FINALLY ENGAGED: Preparation for The Event

32704163754_1e167ab885_z

Setelah tanggal fix dan semua tiket sudah dibooking, saatnya mikirin gimana konsep lamaran yang bakal dilaksanain. Waktu itu penentuan tanggal tergantung dari jadwal off Avis, yang mana baru bisa ditentuin kurang dari dua minggu sebelum lamaran. Untuk lamaran sederhana dan nggak banyak mau, persiapan 2 minggu itu udah cukup banget kok.

Guest
Yang pertama harus dipikirkan itu mau ngadain acara dimana dan mau ngundang siapa aja dan berapa orang. Jumlah orang yang diundang juga harus disesuaikan dari kedua pihak, kan nggak enak kalau jumlahnya timpang sebelah. Karena waktu itu dari pihak laki-laki yang datang ada 6 orang dari Jakarta, jadi dari pihak perempuan juga hanya mengundang keluarga dekat dan beberapa tetangga dekat saja. Jumlah orang ini juga menentukan kapasitas lokasi acara, kalau acara di rumah dengan tamu yang banyak, bisa menyewa tarup.

Venue
Saat lamaran kami memilih untuk mengadakannya di rumah, karena dalam benak kami, yang namanya lamaran itu kan bertandangnya pihak laki-laki untuk meminta anak perempuan di rumah tersebut. Tetapi, kalau keadaan rumah tidak memungkinkan dan tidak mau repot rumahnya berantakan, sekarang banyak kok yang mengadakan lamaran di restoran atau function hall lainnya. Yang harus dipikirkan kalau ingin mengadakan acara di rumah, acara akan dilaksanakan duduk di kursi atau lesehan, hal ini juga tergantung dengan ukuran rumah, jumlah dan kemampuan tamu. Terkait itu, harus diperhatikan apakah saudara-saudara yang sudah sepuh, masih nyaman atau tidak untuk duduk lesehan. Kami memfokuskan acara di ruang keluarga dengan menata kursi ruang tamu dan ruang keluarga, serta menyewa beberapa kursi dan sarungnya dari vendor dekorasi dekat rumah. Karena acara di rumah dengan tamu sedikit, kami juga tidak menyiapkan sound system khusus karena semuanya terdengar dengan jelas.

33391006382_fd6a1cc3c0_z

33391009552_4e3eb6cefc_z

Decor
Untuk dekor sendiri, tergantung selera masing-masing orang, ada yang menyewa dekorator ada juga yang membiarkannya polos aja kayak namu biasa. Saya sendiri berkeinginan untuk menghias rumah tapi apa daya budget tidak mumpuni. Jadi, H-1 acara, saya buat paper flower yang banyaaaaak (karena kalo beli jadi mahal!) dan beli bunga segar di pasar Bambu Kuning yang mana nggak sampe 120rb tapi bisa dapat satu ember penuh! Kuncinya jangan pilih bunga impor yang mahal, pilih aja bunga lokal yang warnanya bagus-bagus seperti carnation, gerbera, krisan, aster, sedap malam, terus karena baby breath mahal, jadi bisa diakalin pakai bunga semak yang mirip chamomile. Untuk lebih press budget, mawar juga lebih baik diganti dengan bunga yang lain, karena lumayan kan mawar setangkainya 10rb dan kalau sedikit juga nggak terlalu terlihat. Dengan 150rb tadi, saya bisa dapat 2 vas rangkaian bunga meja untuk hiasan ruangan, 1 vas sedap malam di meja makan plus buket bunga kecil. Super saver!

33391053162_5b21f221ba_z

Catering
Untuk makanan, Mama dibantu dengan saya dan saudara yang menyiapkan. Menu dan porsinya cukup seperti arisan atau lebaran saja, bahkan lebih sedikit, terdiri dari buffet berupa sop, daging, ayam, ikan dan beberapa makanan lain seperti empek-empek, macaroni schotel, dan puding. Untungnya alat makan di rumah kami ada beberapa lusin, jadi tidak perlu sewa catering. Jadi untuk catering sendiri kami tidak keluar uang lebih dari 2jt.

32704197604_53e5d03ce3_z

Make-up and Attire
Untuk make-up, saya cari MUA base Lampung via instagram. Dari beberapa MUA, akhirnya saya pilih Amanda Malphi yang available saat itu. Pilihan tepat karena Amanda bisa bikin saya cantik tanpa manglingi. Artinya masih kelihatan muka saya walaupun ditutup make-up tebal itu. Rate Amanda waktu itu juga terjangkau, 275rb termasuk transport. Sedangkan Mama dan adik saya tidak pakai MUA karena sibuk masak di dapur. Untuk attire, saya pakai saja kebaya buat wisuda 2 tahun lalu karena saya suka warnanya dan nggak mau repot. Alhamdulillah masih muat, agak kebesaran malah hahaha.

Documentation
Prinsipnya, jangan sampe yang lain udah press budget, malah mahal di dokumentasi. Jadi dokumentasi acara kami menggunakan Fujifilm X30 yang dipegang adik laki-laki saya dan Canon EOS 600D yang dipegang temannya yang sedang belajar fotografi. Keduanya saya beri uang jajan saja sepermintaan hehehe. Hasilnya juga cukup bagus, bahkan teman adik saya itu juga membuatkan cinematic video nya walau tidak semua scene terekam. Videonya bisa dilihat di tautan ini.

33507063296_ffc9bc1fa0_z

Engagement Ring
Nah, kalau yang ini disiapkannya di Jakarta. Karena saya kepingin banget cincin solitaire, jadi saya dan Avis mencarinya di Blok M. Di toko pertama yang kami sambangi, Toko Singgalang yang agak besar dan berada di perempatan Toko Mas Menteng dan Plaza Blok M (karena yang namanya Toko Singgalang di Blok M banyak banget!) ada cincin solitaire yang manis, tapi kami keliling dulu lihat-lihat ke toko yang lain. Ujungnya sih tetep ambil solitaire di toko yang pertama. Harganya juga cukup terjangkau menurut saya.

Printilan
Ini nih bagian yang makan pikiran saya. Segala printilan macam ring bearer, hiasan meja rustic dan photobooth area pakai paper flower buatan sendiri. Karena semuanya dimauin dengan prinsip hemat budget dan untungnya saya punya cukup banyak waktu luang, jadi deh bikin semuanya from the scratch! Untuk segala printilan ambisius, saya mengeluarkan uang tidak lebih dari 500rb. Semua perlengkapan dibeli di Gramedia, Sheepies Land dan Sistsini Florist.

Hope it helps! :D

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s