Craft Supplies Hunting (1): Tanah Abang

Mulai semester ini, Mama ngajar kewirausahaan berbasis tekstil di SMA-nya. Aneh ya, guru kimia ditugasin ngajar keterampilan. Kurikulum 2013… Tapi kita nggak mau bahas soal itu. Nah, untuk mendukung pengajaran, Mama lalu membeli beberapa buku keterampilan berbahan dasar tekstil dan mulai mencari-cari bahan di sekitaran Lampung. Namun, sulit sekali mencari toko yang menjual kain katun motif lucu-lucu, dibandingkan toko-toko kain katun di Tanah Abang yang pernah kita liat dulu pas beli bahan untuk kebaya wisuda. Satu-satunya toko yang jual kain katun di Lampung yang kita temui cuma Capitol di daerah Teluk, itupun harganya lumayan juga. Satu meter kain katun jepang dihargai Rp 60.000. Sedangkan kain kaos spandex dihargai Rp 40.000. Asiknya, di toko ini bisa belinya setengah meter aja. Buat iseng-iseng gak perlu banyak-banyak hehe. Sedangkan untuk alat jahit, renda dan manik-manik, yang mahalan dan banyak variasi bisa dibeli di toko di basement Chandra karang, yang harga agak merakyat di Toko Adika Pasar Bawah, atau deretan toko di Bambu Kuning.

Kebetulan akhir Oktober ada tes kerja di Jakarta, sekalian deh diutus mama untuk hunting craft supplies di Jakarta. Setelah baca-baca ulasan di internet, pergilah sama Nabilah ke Tanah Abang. Yang pertama dituju adalah Blok F, karena paling dekat sama stasiun kereta. Baca-baca di internet, Blok F ini dideskripsikan sebagai tempat yang panas dan agak kumuh, dipikirnya seperti apa ya… ternyata fine-fine aja, tetap ada AC nya, cuma naik ekskalatornya agak ngeri. Naik satu lantai dan langsung kelihatan deretan toko yang menjual perlengkapan jahit. Karena bingung mau ke toko yang mana, kita muterin satu kali dulu deh, eh ketemu toko yang jual kain katun, nama tokonya Tujuh Saudara. Lihat, lihat, dan langsung borong 7 motif kain, 5 polkadot dan 2 bunga-bunga, dengan harga Rp 20-23.000/meter. Bandingin aja sama belanja di Lampung, harganya cuma sepertiganya saudara-saudara. Di lt. 4 ada yang jual kain kaos spandex juga, dan harganya Rp 25.000/meter. Tetapi kalau belinya kiloan bisa lebih murah.

Keliing-keliling lalu beli benang-benang dan renda. Kalo benang sih harganya gak begitu beda ya, di Lampung Rp 12.000, di Tanah Abang Rp 11.000. Tapi rendanya ini loooh!! Jadi, waktu itu di Lampung sama mama beli renda Rp 10.000/meter, di Tanah Abang sini dijual cuma Rp 3.000/feet (1 feet=90 cm) dengan ketebalan yang sama (di Tanah Abang mau tebal mau tipis sama-sama Rp 3.000).

Yang lucu adalah pas beli aplikasi bunga. Pas nanya ke abangnya harga selusin berapa, kata abangnya Rp 7.000. Terus pas ditawar 2 12ribu, kata abangnya 10ribu deh. Astaga! Diri ini bener-bener nggak pinter nawar.

Keluar dari Tanah Abang Blok F uang sudah habis tak bersisa. Padahal masih mau lihat-lihat koleksi kain katunnya Toko Jamal dan Suryadi di Blok A. Waktu tanya-tanya, disana harganya berkisar 25ribu-… Motif dan kualitas katunnya memang top banget. Halus-halus. Di Toko Jamal ada katun rayon bentuk jangkar dan cherry yang jatuh dan lucu banget buat dijadiin kemeja. Apa daya hanya bisa mengagumi, tak bisa dibawa pulang. Tapi tetap bersyukur sambil sering-sering melirik ke kantong belanjaan ^^

katun

Advertisements

4 thoughts on “Craft Supplies Hunting (1): Tanah Abang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s